“Langkah pertama yang
di ambil oleh seorang pemenang adalah langkah yang mampu menuntun
teman-temannya menjadi sama seperti dirinya”
Aku.
Kamu. Dia. Mereka. Pasti tidak ingat kapan langkah kaki pertama kali yang
diinjakkan di bumi ini. Langkah kaki yang membawa nasibnya hingga pada saat
ini. Bahkan kita semua tidak sadar, bahwa langkah itu yang akan membawa kita
untuk berlari, berlari dari segala hal yang telah, akan, dan sedang kita jalani
dalam perjalanan hidup kita. Terkadang, peristiwa kecil menjadi peristiwa
besar, batu kecil menjadi batu besar, yang seolah-olah menyulutkan semangat
kita untuk bangkit ketika kita jatuh. Bagi sebagian orang, mereka berjalan
bahkan berlari untuk mengejar tujuan mereka di suatu tempat. Namun zaman sekarang
cukup banyak alat transportasi untuk menggapainya. Tetapi bukannya sama saja,
hanya berbeda sebutan. Intinya sama. Tujuan.
Seorang
motivator pernah berkata “Mimpi adalah sesuatu yang tidak bisa di capai,
semakin tidak mungkin, maka utuhlah bahwa itu disebut mimpi”. Namun setelah itu
timbulah pertanyaan, Apakah kita boleh bermimpi? Sedangkan itu tidak mungkin
dicapai. Tentulah jawabanya adalah kita HARUS bermimpi. Kenapa? Karena dengan
mimpi itulah kita bisa menjadi pemenang. Maka, kita harus bermimpi, bila perlu
sampai dikatakan GILA. Lalu, bagaimana berjalan menuju mimpi itu? Sadar atau
tidak, kita sudah mulai dari langkah kita pertama di bumi ini. Kita telah
mendapatkan perintah untuk menaklukan dan menguasai atas segala mahluk
ciptaanNya. Kenapa tidak kita mulai?
Manusia
yang tidak taat pada perintah disebut sampah, namun manusia yang meninggalkan
temannya akan disebut lebih rendah dari sampah. Setelah langkah demi langkah
kita lalui, apakah kita ingin menjadi satu-satunya penguasa di bumi ini, mengalahkan
segala musuh dengan segala cara, menjadi penindas? Jangan. Jangan bertindak
seakan-akan kita tidak punya pilihan yang lebih baik. Kita buat sendiri pilihan
itu, jika butuh pengorbanan, itulah sewajarnya. Orang yang mengabaikan hal itu,
bukan hanya batu yang menghalanginya, tetapi tembok yang tak tertembus.
Satu-satunya jalan yang tersisa hanyalah kesendirian. Betapa malangnya.
Saudaraku, jangan sekali-kali kita mencoba jalan itu. Meskipun dunia seakan
memihakmu, tetapi dunia yang menguasaimu. Sadar atau tidak, itulah yang
sebenarnya.
Baiklah,
akan kita buat nyata. Perjalanan kita panjang teman. Akan banyak peristiwa yang
akan kita alami, akan banyak reaksi yang akan kita lihat dari prilaku kita.
Namun, tetaplah bersemangat dan cari alasan yang membuatmu menjadi kuat.
Berjalanlah bersama teman-temanmu, tentunya mereka yang membutuhkanmu dan kamu
membutuhkan mereka. Kita akan jadi PEMENANG. Jika sudah, kembalilah! Kau bukan
milik dunia, dunialah milikmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar