Jumat, 21 Juni 2013

PERJALANAN

“Langkah pertama yang di ambil oleh seorang pemenang adalah langkah yang mampu menuntun teman-temannya menjadi sama seperti dirinya”

            Aku. Kamu. Dia. Mereka. Pasti tidak ingat kapan langkah kaki pertama kali yang diinjakkan di bumi ini. Langkah kaki yang membawa nasibnya hingga pada saat ini. Bahkan kita semua tidak sadar, bahwa langkah itu yang akan membawa kita untuk berlari, berlari dari segala hal yang telah, akan, dan sedang kita jalani dalam perjalanan hidup kita. Terkadang, peristiwa kecil menjadi peristiwa besar, batu kecil menjadi batu besar, yang seolah-olah menyulutkan semangat kita untuk bangkit ketika kita jatuh. Bagi sebagian orang, mereka berjalan bahkan berlari untuk mengejar tujuan mereka di suatu tempat. Namun zaman sekarang cukup banyak alat transportasi untuk menggapainya. Tetapi bukannya sama saja, hanya berbeda sebutan. Intinya sama. Tujuan.
         Seorang motivator pernah berkata “Mimpi adalah sesuatu yang tidak bisa di capai, semakin tidak mungkin, maka utuhlah bahwa itu disebut mimpi”. Namun setelah itu timbulah pertanyaan, Apakah kita boleh bermimpi? Sedangkan itu tidak mungkin dicapai. Tentulah jawabanya adalah kita HARUS bermimpi. Kenapa? Karena dengan mimpi itulah kita bisa menjadi pemenang. Maka, kita harus bermimpi, bila perlu sampai dikatakan GILA. Lalu, bagaimana berjalan menuju mimpi itu? Sadar atau tidak, kita sudah mulai dari langkah kita pertama di bumi ini. Kita telah mendapatkan perintah untuk menaklukan dan menguasai atas segala mahluk ciptaanNya. Kenapa tidak kita mulai?
        Manusia yang tidak taat pada perintah disebut sampah, namun manusia yang meninggalkan temannya akan disebut lebih rendah dari sampah. Setelah langkah demi langkah kita lalui, apakah kita ingin menjadi satu-satunya penguasa di bumi ini, mengalahkan segala musuh dengan segala cara, menjadi penindas? Jangan. Jangan bertindak seakan-akan kita tidak punya pilihan yang lebih baik. Kita buat sendiri pilihan itu, jika butuh pengorbanan, itulah sewajarnya. Orang yang mengabaikan hal itu, bukan hanya batu yang menghalanginya, tetapi tembok yang tak tertembus. Satu-satunya jalan yang tersisa hanyalah kesendirian. Betapa malangnya. Saudaraku, jangan sekali-kali kita mencoba jalan itu. Meskipun dunia seakan memihakmu, tetapi dunia yang menguasaimu. Sadar atau tidak, itulah yang sebenarnya.
         Baiklah, akan kita buat nyata. Perjalanan kita panjang teman. Akan banyak peristiwa yang akan kita alami, akan banyak reaksi yang akan kita lihat dari prilaku kita. Namun, tetaplah bersemangat dan cari alasan yang membuatmu menjadi kuat. Berjalanlah bersama teman-temanmu, tentunya mereka yang membutuhkanmu dan kamu membutuhkan mereka. Kita akan jadi PEMENANG. Jika sudah, kembalilah! Kau bukan milik dunia, dunialah milikmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar