“Selamat pagi Bapa,
anakMu ini siap untuk menaklukan hari ini, berkatilah, lindungilah, dan jagalah
harapan setiap orang yang berjuang bersamaku. Amin.”
Saat
aku bangun, yang pertama aku lihat adalah cahaya. Ketika itu, cahaya masuk
melalui mataku, dengan cepat cahaya itu memasuki alam pikirku sehingga dengan
cepat pula cahaya itu telah menyatu dengan diriku. Tak aku sia-siakan
kesempatan itu, lalu aku buka mataku lebar-lebar sehingga cahaya di
sekelilingku berkumpul dan menyatu membentuk sebuah gambar. Itulah hal pertama
yang perlu aku kerjakan yaitu membuat segalanya lebih baik dihadapanku.
Mengawali
hari tidak selalu mudah. Bahkan saat kita terbangun pasti ada saja yang menarik
kita malahan sempat memaksa kita untuk menggapai cahaya di sekitar kita. Itulah
virus yang tidak disadari oleh para dokter saat ini. Ketika seseorang ingin mendapatkan
obatnya, dia harus mempunyai alasan yang
kuat untuk memulai. Jika tidak, percuma dia mengusir virus itu. Sekarang, bagi
kita, janganlah bergantung pada alasan yang harus kita dapat, tetapi
bergantunglah pada alasan yang dapat kita buat.
Pagi
semangat. Kita akan mengetahui mengapa kita perlu menjalankannya. Suasana hati
setiap orang pastilah berbeda. Itulah kehbatan manusia. Itu hal pertama,
syukurilah. Setiap orang pasti punya keterbatasan, itulah hal kedua,
syukurilah. Tidak ada manusia yang sempurna, itu hal ketiga, syukurilah. Itu
sudah cukup untuk dijadikan alasan bagi kita. Hanya butuh keberanian untuk
memulai. Why not? Ayolah, bukankah
kita bisa berjuang bersama teman-teman kita. Ingatlah, virus itu bisa datang
dari alam, dari suasana dan keadaan yang buruk. Jangan lengah, jangan jadi
orang yang kalah, ingat alam harus menjadi rekan kita bukan pemimpin kita.
Sekarang,
kita buat sederhana. Ketika kita ingin bangun dari istirahat yang cukup
panjang, buatlah sedikit alasan untuk memulainya. Lakukanlah, kerjakanlah,
beranilah, mulailah, dan semangatlah. Ada banyak hal yang dapat kau lakukan
kawan. Dan diakhir kata ini, jangan sampai dan jangan biarkan kata-kata “DASAR
PEMALAS!” ditujukan kepadamu. Bersemangatlah, pagi memanggilmu, bangun dan kita
taklukan dunia (lagi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar